Sederajat langkah menyantuni para disabilitas netra untuk hidup bebas, pemerintah juga menyediakan rumah sosial yang berfungsi untuk memberikan tuntunan kepada itu. dari banyaknya pelatihan yang ada, pelatihan pijat adalah yang paling banyak diikuti per disabilitas netra. Bahkan sampai mereka memperoleh sertifikat serupa massager professional di panti sosial yang mereka ikuti. blindmassage mereka dalam memegang-megang menjadikan meronce paham & hafal secara fisiologi, anatomi, tofografi & fatologi khalayak.
Pada tahun 90-an, dagang pijat tunanetra ini betul2 berkembang benar pesat & bisa dibilang ada saat masa kejayaannya. Masyarakat demi menikmati serta mengandalkan servis para tunanetra untuk memecal mereka. Dampak yang didapatkan oleh karet pelanggan pun sangat menuntungkan sehingga besar tunanetra yang bisa muncul makmur dan mandiri di menghidupi ras mereka. Apalagi hasil atas pijat mereka bisa dikenakan untuk menyusun rumah, menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi dan menutup kebutuhan ribut setiap hari.
Sayangnya, masa kejayaan dagang pijat karet disabilitas netra ini harus mulai susah hati memasuki tahun 2000-an karena mulai berkembangnya bisnis massage, salon dan spa dalam tengah masyarakat. Bisnis massage yang dikelola secara professional dengan teknologi dan fasilitas yang lebih membuat bidang usaha pijat para disabilitas netra mulai dilupakan masyarakat. Memencet refleksi beserta berbagai pelayanan yang segar dengan therapist cantik nyatanya lebih dipilih oleh beberapa besar kustomer.Terlebih secara adanya penggunaan pijat online saat ini yang bisa kita lakukan dengan mudah dengan perantara smartphone. Tinggal memesannya saja, maka pedagang pijat professional akan datang menghampiri kita. Itulah mengapa, luar biasa sulit kira tukang memencet tunanetra untuk bersaing interior bisnis saat ini. Meskipun demikian, tak sedikit mulai mereka yang masih bertekun meskipun selit-belit untuk menjaga keluarga mereka secara bebas.